11 Juli 2011
horee berhasil lepas 1000 ekor anak ikan
Tadi nonton dvd judulnya shaolin,, difilm itu Ådå adegan orang2 dimasukin ke kerangkeng yg terbuat dr kayu2.. Kemudian ditembakin dr luar sm prajurit2 yg jahat,, sedih n ngeri ngebayanginnya kalo aku Ådå diposisi seperti itu.. Aku liat manusia jd seperti ayam atau hewan2 yg dikandangin ga berdaya.. Trus aku bilang ke papiku "kasian yah pi kalo orang Ådå yg digituin,seperti binatang yg dikandangin yah,ga berdaya dan dibunuhin" kemudian papi bilang kalo burung beo yg kami pelihara akan dilepas,, waww mengejutkan.. Aku seneng dengernya n bahagia,, "̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡"̮.. Papiku baik hati.. Dari awal pas burung beo itu datang ke rumahku.. Aku sudah Ådå rencana mau membeli kebebasannya dan mau aku lepasin.. Tapi itu hanya tertanam dihati aku belom sempet ungkapin ke papi.. Aku yakin beo itu ingin hidup bebas.. Ingin terbang bebas.. Seperti aku juga.. Siapa sih manusia yg senang dikerangkeng,, semua makhluk hidup pasti ingin hidup bebas dan tenang,, aku bahagia hari ini.. :)
Good night..
Semoga semua orang dapat mencintai dirinya sendiri..dengan berbuat bajik., krn kebajikkan mendatangkan kebahagiaan..
10 Juli 2011
Jarak antara pasar dan tempat lepas ikan cukup jauh.ditambah pula macett disepanjang jalan,, panas terik membakar kulit.. Maklum aku tadi naik motor dibonceng sm pegawaiku..habis waktu sejam untuk membeli ikan,melepas ikan dan pulang ke rumah..gak apa2 deh demi sesuatu yg baik dan membawa kebahagiaan bagi makhluk hidup lain aku rela ngorbanin tenaga,waktu dan pikiran,,:)semoga ikan2 yg aku lepas hari ini bisa hidup lebih lama , hidup bebas terhindar dr tangkapan manusia.semoga semua makhluk berbahagia. Setelah melepas ikan2 itu aku merasa lega.. Karena apa yg dititipkan sepupuku sudah terlaksana.. Semoga kebajikan yg sepupuku perbuat segera. membuahkan kebahagiaan.,semoga sepupuku beserta keluarganya selalu sehat dan bahagia,,,:)
08 Juli 2011
aku ingin membuktikan
23 November 2008
KESABARAN
"Mereka yang tidak memiliki kesabaran akan menderita akibat ketidaksabarannya sendiri, dan melakukan sesuatu yang akan membawa penderitaan pada kehidupan selanjutnya."
Ia seharusnya berpikir,
"Sekalipun penderitaan ini timbul akibat perbuatan salah orang lain, tetapi tubuhku merupakan tempat berlangsungnya penderitaan ini, dan perbuatan yang menimbulkan penderitaan tersebut merupakan milikku ( akibat dari karma yang berbuah )."
Ia juga seharusnya berpikir,
"Penderitaan yang aku terima akan membebaskan dari hutang-hutang ( buah ) karma burukku."
"Bila tidak ada seorangpun yang berbuat kesalahan, bagaimana aku dapat melatih dan menyempurnakan kesabaranku?"
"Sekalipun saat ini berbuat kesalahan, tetapi dahulu ia mungkin seorang yang murah hati terhadapku."
Selanjutnya ia juga seharusnya berpikir,
"Semua makhluk bagaikan anak-anakku sendiri dan orang tua manakah yang menjadi marah dan dendam karena kesalahan yang dilakukan oleh anak-anaknya?"
Akhirnya ia seharusnya berpikir,
"Ia berbuat salah kepadaku ( mungkin ) karena kesalahan yang ada dalam diriku, aku harus berusaha untuk melenyapkan kesalahan itu ( bukan sebaliknya berbuat kesalahan yang baru )."
(Cariyapitaka atthakata - 290)
20 September 2008
NASEHAT SUCI
memandang kematian dimata..

Judul asal : Looking Death in the eyes
Penulis : W. Vajiramedhi
" Dengan mengetahui hakikat kematian kita akan dapat menjalani hidup ini dengan penuh ikhlas dan tanpa kemelekatan "
Buku ini mengajak kita untuk saling mengingatkan satu sama lain agar tetap awas dan waspada - bahwa hari ini kita bisa saja menemui ajal. untuk itu, apa saja yang berdampak baik bagi kita harus segera dilaksanakan, secepat mungkin. Kita harus mengungkapkan semua yang kita rasakan kepada siapa pun yang kita cintai. Bila belum sempat merawat orang tua kita, bergegaslah kembali untuk merawat mereka.
Dengan berbicara mengenai Kematian dua kali sehari, pagi dan malam hari, sebagaimana kita biasa menghormati bendera negara kita, alhasil warga kita akan menjadi jauh lebih baik, negara kita akan menjadi lebih bersih. Korupsi akan semakin berkurang karena saatberbicara tentang kematian, rasa takut terhadap kematian akan membuat orang jeri dan merasa bersalah saat ingin melakukan suatu tindak kejahatan. Rasa bersalah serta malu yang ditimbulkan akan membuat orang menyerah dan tidak melakukan perbuatan buruk lagi. Sekali anda merasa bersalah atas perbuatan jahat, dan takut untuk melakukan perbuatan buruk, otomatis hidup anda akan diliputi perbuatan saleh dan budi luhur.
Buku ini mengungkapkan apa yang terjadi pada saat kematian. Secara umum orang mengetahui apa yang terjadi dengan fisik saat kematian. Jantung berhenti berdenyut, nafas tidak ada lagi, otak berhenti berfungsi, dan lain-lain.Namun apa yang terjadi dengan kesadaran dan perasaan?
KHOTBAH PENIMBUNAN HARTA KEKAYAAN
Ketika kematian menjemput saya.. saya tidak dapat membawaharta-harta berharga yang telah saya kumpulkan, saya tidak dapat membawa orang-orang yang saya kasihi, saya tidak dapat membawa barang-barang yang saya senangi..
Ketika kematian menjemput yang saya bawa hanyalah perbuatan baik dan dosa-dosa saya..

28 Agustus 2008
THREE TYPES OF ANGER
What there?
One who is like carving on a rock,
One who is like scratching on the ground
and
one who is like writing on the water.
What sort of person is like carving on the rock?
Imagine a certain person who is always getting angry
and his anger lasts long, just as carving on a rock is not soon
worn off by wind, water, or lapse of time.
What sort of person is like scratching on the ground?
Imagine a certain person who is always getting angry but
his anger does not last long, just as scratching on
the ground is soon worn off by wind,
water, and lapse of time.
And what sort of person is like writing on water?
Imagine a certain person who, even though spoken harshly,
sharply, roughly, is easily reconciled and becomes agreeble
and friendly, just as writing on the water soon disapears.